Showing posts with label hikmah. Show all posts
Showing posts with label hikmah. Show all posts

Thursday, 28 February 2013

Uwais Al Qarni

Kisah Uwais Al Qarni sungguh mengharukan.
Kecintaannya yang sangat besar kepada nabi Muhammad SAW dan kepatuhannya kepada sang Ibunda membuat Ia terkenal di penduduk langit tetapi tak dikenal di bumi.

Ia lahir ditengah keluarga miskin. Ia bekerja sebagai pengembala. Dari kecil ia sering di ejek oleh teman-temannya karena perawakannya yang berbeda. Tapi ia tidak membalas ejekan tersebut. Yang ia tahu, Ia ingin selalu berbuat baik kepada lingkungannya. Jika ia melihat tetangganya kelaparan, ia tak segan-segan memberi tetangganya sepotong roti walaupun dengan berbuat itu, ia tidak bisa makan.

Uwais mempunyai ibu yang sudah renta dan sakit-sakitan. Uwais begitu taat dan sayang kepada Ibunya. Ia selalu mencukupi kebutuhan Ibunya. Ia mempunyai bahu yang lapang, dan selalu ia gunakan untuk menggendong ibunya karena ibunya sudah tidak bisa lagi berjalan.

Kecintaan Uwais kepada Rasulullah SAW sangatlah besar walaupun ia belum pernah bertemu Rasul. Ia langsung beriman dan menjadi muslim ketika ia mendengar ada seorang Nabi di Mekkah. Suatu saat kerinduannya kepada Nabi sudah tak terbendung, ia ingin segera menatap wajah Nabi, ingin bertemu Nabi Muhammad SAW. Tapi disatu pihak, ia berat untuk meninggalkan ibunya sendiri yang sedang sakit-sakitan. Akhirnya ia hanya termenung dan menahan rindunya pada Rasulullah SAW.

Ibu Uwais yang melihat hal tersebut tak kuasa menahan anaknya di rumah. Ia pun mengizinkan anaknya pergi ke Madinah untuk bertemu Rasulullah SAW. Setelah meminta doa dan restu ibunya, Uwais berangkat ke Madinah. Ia berjalan ratusan kilometer jaraknya dari Yaman ke Madinah. Tak peduli cuaca panas dan dingin, semua tak menjadi penghalang baginya untuk bertemu Rasulullah. Itu semua karena kecintaannya yang sangat besar kepada Nabi Muhammad SAW.

Namun, ketika Uwais sampai di rumah Rasul, ia hanya mendapati Aisyah, karena saat itu Rasulullah sedang pergi berperang. Ia bingung, menunggu Rasul pulang dari berperang atau kembali ke rumahnya karena Ibunya yang sakit-sakitan tidak bisa ditinggal dalam waktu lama. Baktinya kepada Ibunda yang ia cintai membuatnya memutuskan untuk kembali pulang ke rumah. Uwais akhirnya hanya menitipkan salamnya untuk Nabi Muhammad SAW kepada Aisyah. Uwais pun pulang. Tidak lama setelah ia pulang dan bersama ibundanya tercinta, akhirnya Ibunda Uwais meninggal dunia akibat sakitnya yang parah. Uwais bersabar atas semua yang ia alami.

Setelah Rasul pulang dari perang, Aisyah RA menyampaikan salam dari Uwais. Rasulullah pun langsung menceritakan tentang Uwais kepada para sahabat, Uwais adalah manusia yang terkenal di penduduk langit tetapi tidak dikenal dipenduduk bumi. Barangsiapa bertemu dengannya, mintalah didoakan agar diampuni Allah SWT.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bercerita mengenai Uwais al-Qarni tanpa pernah melihatnya. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dia seorang penduduk Yaman, daerah Qarn, dan dari kabilah Murad. Ayahnya telah meninggal. Dia hidup bersama ibunya dan dia berbakti kepadanya. Dia pernah terkena penyakit kusta. Dia berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, lalu dia diberi kesembuhan, tetapi masih ada bekas sebesar dirham di kedua lengannya. Sungguh, dia adalah pemimpin para tabi’in.” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu, “Jika kamu bisa meminta kepadanya untuk memohonkan ampun (kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala) untukmu, maka lakukanlah!”
Setelah Rasul meninggal. Abu Bakar dan Umar bin khotob pergi mencari Uwais Al Qorni ke negeri Yaman. Ia temukan Uwais sangatlah miskin. Kemudian Umar dan Abu Bakar memberikan uang untuk biaya hidup Uwais dan kemudian meminta didoakan Uwais.
Uwais, sosok mulia yang terkenal di langit tetapi terasing di bumi. Sampai akhir hayatnya pun ia tetap terasing, dan tidak diketahui jasadnya berada dimana. Ridho Allah pada Uwais Al Qorni, dan semoga kita bisa meneladani perangai beliau yang luhur. aamiin



Friday, 8 February 2013

Mentoring Super

Sore ini adalah hari pertama aku mengisi mentoring super. Mengapa aku menamakannya demikian? Ya karena memang dalam mengelola kelompok ini dibutuhkan super perhatian, super ilmu dan super kesabaran  (tapi yang megang kelompok ini cuma orang biasa yang banyak khilaf, bukan orang super -_-" hehe).

Pekan kemarin, seorang Ummahat, Aktifis dan tokoh masyarakat dikawasan tempat yang kudiami saat ini, meminta bantuan ku untuk mengisi mentoring untuk anak-anak yang ada di lingkungan sekitar untuk mengaji. Saat itu aku hanya mengucapkan "insyaAllah", dan ternyata ucapanku langsung membuatnya bergerak mencari anak-anak sekitar (usia SD dan SMP) untuk mentoring bersamaku. Super sekaliii...

Hari ini, akupun menunggu mereka dari jam 4 sore sesuai perjanjian pekan kemarin, dan memang dibutuhkan kesabaran yang super (karena mereka baru datang jam 5 sore. fiuuhhh..). Mereka berjumlah 9 orang. 1 orang kelas 2 SD, 3 orang kelas 6 SD dan 5 orang kelas 1 SMP. Oia, tidak semua datang jam 5. Ada dua orang yang paling semangat, mereka datang jam 4.20an. hehe..

Menti baruku yang pertama datang adalah mereka yang paling super. Dua orang gadis cilik ini bernama Masyitoh (12 thn) dan Aisyah (8 thn). Kenapa aku bilang mereka super? karena dalam keterbatasan yang mereka miliki, mereka masih semangat untuk mengaji :')

Masyitoh, badannya sangat kurus dan terlihat lemah, ia datang diantar neneknya. Ia menderita penyakit Thalasemia, penyakit kelainan darah yang mengharuskan ia untuk transfusi darah tiap 2 pekan sekali. Saat ini ia sudah tidak bersekolah. Kata neneknya, Masyitoh sudah kelas 1 SMP tetapi ia sekarang memutuskan berhenti sekolah karena malu kepada teman-temannya akibat dirinya yang sakit-sakitan, terlebih setelah peristiwa keterlambatan transfusi darah yang membuat Masyitoh harus dirawat dalam waktu lama di RS.
Sebelumnya Masyitoh adalah anak yang rajin. Ia berangkat ke sekolah bersama pamannya dan pulang sekolah dengan naik angkutan umum lalu setelah itu berjalan kaki dalam kondisinya yang lemah.
Masyitoh, menti super yang mengajarkanku kesabaran dan memberikanku semangat untuk berbagi ilmu :')

Selanjutnya adalah menti superku yang kedua, ia bernama Aisyah. Ia masih kecil namun mempunyai kelainan pada penglihatannya. Jarak pandang Aisyah sangat pendek. Ia membaca iqro' hanya 2-3 cm dari matanya, sangat dekat. Namun lagi-lagi, semangat menti superku ini patut dijadikan contoh. Ia yang dengan keterbatasan penglihatannya, selalu rajin masuk TPA dan sekarang semangat mengaji (mentoring) bersama orang-orang yang lebih dewasa dari dirinya. Tidak ada rasa malu karena berbeda usia dan keterbatasan penglihatan. Yang ada hanya semangat dan keceriaan. Subhanallah :')

Hari ini, aku bahagia bersama mentoring superku. Pertemuan pertama ini, aku memberikan mereka pertemuan super (berisi pembukaan, tilawah, games perkenalan, dan bercerita kisah sarat hikmah). Semoga kedepan aku bisa istiqomah berbagi ilmu dengan menti-menti kecilku yang super ini. Dan semoga mereka juga istiqomah mengkaji islam bersamaku, seorang yang memiliki banyak keterbatasan.

Hari ini, aku belajar banyak. Belajar tentang semangat, belajar tentang kesabaran bersama menti-menti kecil superku. Bismillah.. :')







Sunday, 3 February 2013

Buah Kesabaran

Ini adalah hikmah tentang kesabaran yang berbuah manis, diambil dari kisah nyata sahabat-sahabatku di RQ.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang sabar.

Cerita 1:
Kisah ini tentang seorang ikhwan yang tulus mencintai akhwat karena Allah SWT. Ia yang memperjuangkan cintanya. Ia yang bersabar atas 2 kali penolakan sang akhwat.
Akhwat itu adalah sahabatku. Kami sudah bersahabat dari kelas 1 SMA dan sekarang kamipun tinggal sekamar di RQ. Ia seperti kaka bagiku.

Namanya EF. Siang itu aku tidak sengaja melihat tulisan di netbuknya yang menyala. Sebelumnya aku mengira itu adalah cerpen tapi ternyata ia sedang menulis diary di netbuknya. Aku yang sudah penasaran akhirnya membacanya sampai habis (agak nakal memang. hehe). Menyesal karena membaca tulisannya, akupun meminta maaf kepada sahabatku tsb. Ia memaafkan aku dan iya menceritakan kisah lengkapnya kepadaku. Ada seorang ikhwan yang yang ingin mengajukan proposal (mengajak ta'aruf) kepadanya. Ikhwan tersebut adalah teman kampusnya (tapi beda fakultas). Sahabatku tersebut tidak bisa menerima ikhwan tersebut. Ia pun menolaknya. Dan ini adalah penolakan yang kedua darinya untuk ikhwan tersebut.

Ketika aku bertanya tentang alasan penolakan tersebut, ia menceritakan bahwa sebenarnya ia telah menyukai seorang 'ikhwan lain' dan ia berharap ikhwan tersebutlah yang akan menjadi suaminya. Hal tersebut juga dikarenakan ibu dari sahabatku juga menyukai 'ikhwan lain' yang disukai sahabatku dan berharap bahwa 'ikhwan lain' itulah yang akan menjadi menantunya.

Sampai suatu pagi, aku tiba-tiba bertanya kepada sahabatku jikalau ikhwan yang pernah ia tolak sampai dua kali tsb meminta untuk ketiga kalinya. Sahabatku diam sejenak dan berkata, "sangat sulit menerima seseorang yang sebelumnya sudah pernah ia tolak".
Siang harinya, pertanyaanku menjadi kenyataan. Ikhwan tersebut meminta untuk ketiga kalinya. Ikhwan tersebut berusaha meyakinkan sahabatku untuk menerima proses yang ia ajukan.

Dan buah kesabaran memang selalu manis. Sahabatku menerima proses yang diajukan ikhwan tersebut. Ibu dari sahabatku pun berkata ikhlas, ia tidak akan mengharapkan 'ikhwan lain' yang disukai sahabatku, yang ia harap menjadi menantunya. Prosespun berjalan. Pertengahan Februari ini sahabatku akan di khitbah dan insyaAllah bulan Mei ia akan menyempurnakan separuh agamanya. Barakallah ukhtiy :')


Cerita 2:
Ini adalah kisah kesabaran seorang akhwat yang menanti pangerannya selama dua tahun lamanya. Dan sekarang kesabarannya pun berbuah manis.

Namanya AF. Aku mengenalnya semenjak aku tinggal di RQ. AF adalah akhwat yang tinggal di kosan AzZahrah. Awalnya ia sangat pendiam. Tapi sekarang ia sangat terbuka kepadaku. Pertemanan kami sudah seperti saudara. Makan bersama, menginap, muroja'ah hafalan, setoran hafalan, bercerita, hampir kami lakukan setiap harinya. Tapi ini mungkin akan berlanjut sampai Februari karena bulan Maret nanti ia akan dijemput pangerannya untuk berjuang bersama menciptakan keluarga yang sakinah. Barakallah ukhtiy :')

Calon suaminya merupakan teman sekelas dikampusnya. Pria ini sangat cuek. Tak pernah ia berfikir bahwa pria yang sangat cuek itu akan menjadi calon suaminya. Ia pernah bercerita, dua tahun yang lalu, pria yang cuek itu tiba-tiba menelponnya dan berkata ingin menikahinya. AF kaget (karena sebenarnya iapun mulai menyukai pria tersebut) kemudian iapun langsung berkata ke pria tersebut agar langsung menemui Ayahnya.
Esoknya, pria tersebut bersama keluarganya tiba di depan rumah AF. Mereka bermaksud meminang sahabatku itu. AF pun akhirnya memakai cincin yang melingkar di jari manisnya.

Seminggu berlalu, Ayah AF diam, seperti tidak merestui. Ayah AF ingin anaknya lulus S1 sebelum menikah. AF pasrah. Ia menangis tapi tetap taat pada orangtuanya. Akhirnya ia menemui pria itu, mengembalikan cincin yang diberikan kepadanya dan berkata, "Sekarang saya melepas Anda. Anda bebas meminang wanita lainnya."

Sedih dan haru! itu yang kurasakan saat itu. Ia yang mencintai pria tersebut, rela melepaskan cintanya demi taat pada orangtua. Ia bersabar menjalani hari-hari dimana ia harus menahan perasaannya karena harus selalu bertemu pria tersebut dikelas dan menahan cemburu saat ada perempuan lain bercanda atau sekadar mengobrol dengan pria yang ia cintai. Kesabaran ini ia jalani sampai dua tahun lamanya.

Dalam kesabarannya, AF selalu berdoa agar jika memang pria tersebut adalah jodohnya, Allah berkenan mempersatukan mereka. Dan Allah tidak pernah ingkar janji. Dalam firmannya Allah berkata, "Mintalah pertolongan Allah dengan sabar dan sholat". Allah menjawab doanya. Awal Januari, pria tersebut meminta untuk yang kedua kali, ia ingin AF menjadi istrinya. AF pun kemudian meminta izin dan restu kepada kedua orangtuanya. Subhanallah Walhamdulillah, ia diizinkan untuk menikah. Dan ia akan menikah bulan Maret tahun ini. Barakallah :')


Dari dua kisah ini aku banyak belajar. Belajar tentang sabar. Karena kesabaran akan berbuah manis :')
".. Innallaha ma'ash shoobiriin"


Thursday, 24 January 2013

Ingatlah Ibumu



Disuatu waktu, disebuah desa, hidup seorang janda beranak satu. Suaminya telah meninggal beberapa bulan yg lalu karena kanker paru. Ibu ini begitu sabarnya membesarkan sang anak lelaki satu2nya. Setiap pagi sambil membawa anaknya, dia harus pergi mencari kayu bakar di hutan untuk kemudian dia jual ke pasar. Tidak hanya itu, sepulangnya dari menjual kayu bakar dipasar dia masih harus berbelanja untuk kebutuhan hidupnya dan si anak. Dan kalau hanya mengandalkan uang dari penjualan kayu bakar saja, tentu belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka berdua, jadi sang Ibu masih harus berjualan ubi bakar di sore harinya.

Tapi Ibu ini tidak pernah mengeluh akan keberadaanya yang serba sulit. Malah, semakin lelah ia, semakin sayang dia terhadap anak lelaki satu2nya ini, karena ia yakin anak lelakinya ini suatu saat nanti akan tumbuh menjadi pemuda yang dapat merubah keadaan yang sekarang dialaminya.

Waktu terus bergulir, si anak lelaki pun tumbuh semakin besar. Semenjak di bangku sekolah dasar, anak ini sudah mampu membuat bangga si Ibu dengan prestasinya yang luar biasa gemilang. Semua teman dan gurunya disekolah mengagumi dia.

Hal ini kontan membuat si Ibu merasa tidak sia-sia berkorban banyak demi si anak.

Semakin lama, si anak tumbuh semakin dewasa. Prestasinya yang gemilang membuat si anak tidak kesulitan untuk menggapai cita-citanya. Dengan mudah dan murah, si anak dapat melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi, dan kemudian si anak pun mendapatkan gelar sarjana. Si Ibu merasa senang dengan perkembangan anaknya. Dan si anak pun sangat menyayangi Ibunya. Ia selalu mendengarkan setiap nasihat Ibunya.

Suatu hari si anak mendapatkan pekerjaan yang mendatangkan penghasilan cukup banyak, sehingga uang yang ia dapatkan bisa ia gunakan untuk membangun rumah tua milik ibunya di desa tempat dia dibesarkan dengan penuh kasih sayang oleh sang Ibu.

Kehidupan serba susah yang dulu dialami mereka berdua berubah sudah. Kini mereka tinggal dirumah yang layak huni, si Ibu pun tidak perlu lagi mencari kayu bakar di pagi hari untuk di jual ke pasar, karena semua biaya hidup kini di tanggung oleh si anak.

“Ibu tidak perlu khawatir lagi soal kehidupan kita Bu, semua biar aku yang urus sekarang” kata si anak dengan penuh kasih sayang kepada Ibunya.

Dengan mata berkaca-kaca, si Ibu berkata pada anaknya, “terimakasih nak, Ibu bersyukur mempunyai anak sepertimu. Kamu sungguh baik”

“jasa-jasa Ibu selama ini, tidak akan pernah aku lupakan Bu. Tanpa Ibu, aku tidak akan bisa seperti ini. Terimakasih Bu.. aku tidak tau bagaimana harus membalas jasa-jasamu itu..” ujar si anak lagi.

Si Ibu tidak menjawab dengan kata, dia menjawab dengan pelukan hangat terhadap anaknya. Di dalam hatinya si Ibu berkata “aku tidak mengingat jasa apa yang aku perbuat untukmu nak..seandainya aku ingat, aku ikhlas”

Si anak yang sejak tadi tegar, kini meneteskan air mata di pipinya ketika si Ibu memeluknya dengan hangat sehangat peluknya di saat si anak kecil dan tak berdaya

Seiring bertambahnya usia, si anak pun merasa sudah waktunya untuk mencari pasangan hidup. Ibunya yang kini mulai tua-pun merestui niat anaknya tersebut untuk menikah.

Sebulan kemudian anaknya melangsungkan pernikahan, si anak mendapatkan jodoh seorang wanita cantik dari keluarga yang mapan dan bersahaja.

Setelah menikah, sudah menjadi tradisi di daerah tersebut bahwa istri harus tinggal di rumah suaminya. Maka kini dirumah si anak tinggal-lah dia, si Ibu, dan istrinya.

Bulan demi bulan pun berlalu. Kondisi si Ibu kini mulai rapuh dan sakit-sakitan. Karena khawatir akan kesehatan Ibunya, si anak memeriksakanya ke dokter, dan ternyata si Ibu yang sudah renta itu kini mengidap penyakit paru yang parah.

Si isteri yang mengetahui hal ini mulai khawatir dan merasa jijik akan keberadaan Ibu mertuanya tersebut. Apalagi si isteri sedang mengandung anak pertama. Kekhawatiran ini ternyata juga dirasakan oleh si anak. Karena merasa terganggu dengan kondisi si Ibu yang sering batuk-batuk, muntah darah, menumpahkan makanan ataupun minuman, dan sering mengompol, akhirnya si anak dan isterinya pun berembuk dan mereka sepakat untuk meninggalkan si Ibu di gunung, seperti adat setempat yang biasa meninggalkan orang tua yang sudah renta dan menyusahkan di atas gunung di daerah tersebut dengan harapan tidak merepotkan keluarganya lagi.

Hingga tiba pada hari yang telah ditentukan, saat itu hari masih pagi, matahari baru saja bersinar di ufuk timur. Si Ibu yang tua renta dan sakit-sakitan ini sedang sibuk memetiki bunga mawar yang ditanam oleh si isteri di kebun belakang rumah. Si anak menghampiri si Ibu sambil berkata “Ibu, ayo kita pergi jalan-jalan”

Si Ibu pun bertanya “tidakkah ini terlalu pagi, Nak? Bagaimana dengan isterimu yang sebentar lagi akan melahirkan?”

“tidak apa-apa Bu, ada bibi yang akan menjaga menantumu”

“baiklah kalau begitu, Nak” ujar si Ibu menuruti.

Perjalanan pun dimulai. Tidak banyak pembicaraan antar Ibu dan anaknya kali ini, hanya saja sepanjang perjalanan si Ibu sibuk meletakkan bunga mawar –yang ia petik dikebun belakang rumahnya – ditengah jalan yang ia dan anaknya lewati.

Si anak pun bertanya “untuk apa mawar-mawar itu Ibu?”

Si Ibu tidak menjawab, ia hanya tersenyum.

Melihat hal itu si anak tidak menghiraukan dan terus melanjutkan perjalanan.

Kini perjalanan mulai menanjak dan mulai memasuki kawasan hutan yang lebat dan sedikit gelap karena kabut dan rimbunnya pepohonan disana.

Sudah hampir 2 jam mereka berjalan menaiki gunung, sesekali si Ibu bertanya, dan sesekali juga si anak yang bertanya. Tidak banyak yang mereka bicarakan.

Akhirnya mereka tiba di satu tempat yang datar, tepat di bawah pohon rindang yang berakar besar. Si Ibu yang kelelahan akhirnya duduk di akar tersebut, kemudian tertidur. Melihat hal ini si anak mulai bimbang akan niatnya, yaitu meninggalkan Ibunya di gunung ini. Tapi ia juga teringat bahwa isterinya sebentar lagi akan melahirkan anak pertamanya, jadi tanpa ragu ia tinggalkan ibunya tertidur pulas di atas akar pohon rindang tersebut.

Begitu mulai menuruni bukit, si anak merasa bingung untuk menentukan arah pulang kerumah karena lebatnya hutan di  gunung tersebut. Tapi kemudian ia melihat mawar yang ada di sepanjang jalan. Ia ingat, Ibunya meninggalkan mawar-mawar sepanjang perjalanan mendaki tadi, ternyata tujuanya adalah untuk membantu anaknya mengingat arah pulang. Si anak mulai merasa menyesal. Tapi dia terus mengikuti jejak-jejak mawar tersebut menuruni gunung.

2 jam sudah, sama seperti waktu ketika ia mendaki bersama Ibunya, ia tiba di rumah. Ketika tiba di halaman rumahnya, ia mendengar isterinya berteriak kesakitan karena akan melahirkan. Langsung terbesit dalam benak si anak “apakah begini kondisi Ibu-ku saat melahirkan aku?”

Rasa penyesalan mulai menderu hati si anak. Langsung ia berlari kedalam rumah, kemudian ia masuk ke kamar Ibunya, tempat dimana ia selalu dipeluk penuh sayang oleh Ibunya saat dia masih kecil. Tapi dia hanya mendapati kasur berseprai rapih, tanpa ada Ibunya yang biasa ia jumpai berbaring atau duduk di atasnya. Ada secarik kertas di atas kasur berseprai rapih itu, “apa isinya?” ia bertanya-tanya sambil bergegas membukanya. Isi secarik kertas itu adalah tulisan kusut yang ditulis oleh seorang Ibu renta yang tangannya gemetar, yang 2 jam lalu ia tinggalkan di hutan. Bunyinya :

Anakku sayang, Ibu mengerti kau dan isterimu tidak akan menyukai keadaan Ibu yang sakit-sakitan dan renta ini. Jadi Ibu ikhlas akan meninggalkan kalian ke atas gunung. Tolong sampaikan maaf Ibumu ini karena telah memtik mawar-mawar yang isterimu tanam dihalaman. Itu semua Ibu lakukan karena Ibu tau, kau akan kesulitan mencari jalan pulang. Apalagi sebentar lagi cucu Ibu, anakmu yang pertama, akan lahir. Ibu turut berbahagia Nak. Ibu selalu menyayangi kalian semua. Nak, kau tidak usah bersedih dan tidak usah berusaha mencari ibu kembali karena mungkin ketika kau membaca surat ini, Ibu sudah tidak ada lagi di dunia. Jadi tolong sampaikan salam dan maaf ibu kepada isterimu, dan cucu Ibu.

Salam sayang selalu untukmu Nak.

-Ibu yang selalu mencintaimu-

Setelah membaca surat ini, si anak tak mampu lagi membendung air matanya. Ia menangis sejadi-jadinya, tepat saat itu, anak pertamanya pun lahir seperti harapan si Ibu. Namun kini semuanya telah terlambat. Air mata si anak tak ada gunanya lagi..

--End--


*bener-bener gak sanggup nahan airmata baca kisah ini. sedihhh T______T 
satu lagi, pengen bilang: Lis cinta mama karena Allah :') 



Repost dari Salman Al Fatih, dari blog lama bliau. hehe..

Interaksi dengan AlQuran

Repostttt ^^

Setelah seharian bertualang di IBF aku kembali ke kamar kost tercinta, melihatnya semakin menyunggingkan senyum. Semakin banyak saja koleksi bukuku, meski belum lengkap, tapi ternyata rak buku tempatku memajang buku-buku ini sudah penuh. Ah, sudahlah... Insyallah nanti akan kubuatkan lemari tersendiri untuk buku-buku ini. Impian untuk memiliki perpustakaan suatu saat semakin menguat dan semakin nyata, nanti akan kucoret impian itu sebagai tanda aku telah melakukannya. Amin...


Mengingat dan membaca ringkasan bedah buku tentang KHAWATIR QUR'ANIYAH tadi pagi membuatku semakin merasakan, betapa sebenarnya berinteraksi dengan Al-Qur'an adalah hal yang menyenangkan. "Jika ingin menikmati berinteraksi dengan Al-Qur'an jangan sibuk dengan makna kata-perkata, namun nikmatilah makna secara global" kata pengisi acara tadi. "Ingin tahu bagaimana cara memaknai surah-surah dalam Al-Qur'an? Silahkan baca di buku ini!" kata MC.. Ingin sekali rasanya memiliki buku itu, membacanya, hingga aku bisa merasakan interaksi dengan Al-Qur'an.


"Dari Utsman r.a, ia berkata : "Rasulullah SAW bersabda : 'Sebaik-baik kalian adalah orang yang mau mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya kepada orang lain." (HR. Bukhari)


Sore ini, setelah merenungi apa yang sudah disampaikan tadi. Coba ku buka buku riyadhus shalihin karya Imam Nawawi, ku buka bab keutamaan membaca Al-Qur'an. Kudapati disana betapa luar biasa Al-Qur'an itu, sebuah kitab yang memiliki kandungan dan keutamaan. Kitab ini adalah kitab yang mulia, yang terjaga keasliannya dari tangan-tangan jahil, yang indah susunannya, yang runut penjelasannya dan seutama-utamanya ilmu adalah Al-Qur'an. Bagaimana ketika para pembaca Al-Qur'an ini dijanjikan pahala yang besar, bagaimana ketika pembacanya akan dirahmati,dan akan dimuliakan. Luar biasa....


Sering kita lihat Al-Qur'an diterima sebagian dan ditinggalkan sebagiannya. Sering pula kita saksikan Al-Qur'an hanya menjadi bacaan ketika ada orang mati, lalu 'say good bye...' alias ditinggalkan sampai nanti akan ada orang meninggal lagi. Nahkan ada yang memisahkan sebagian Al-Qur'an sehingga menganggapnya kitab yang berbeda, seringkan kita temukan QS. Yasin yang dibukukan sendiri dan dibaca diwaktu-waktu tertentu? Semoga kita terhindar dari hal-hal seperti itu.


Di awal-awal surah Al-Baqarah disebutkan bahwa Al-Qur'an ini di turunkan bagi orang-orang yang bertaqwa. Setiap orang bertaqwa pasti beriman dan tidak akan menerima sebagian dan membuang sebagian yang lain. Namun, orang beriman belum tentu bertaqwa. Jadi, mari kita belajar menjadi pilihan yang pertama. Ya... bertaqwa, karena dengan taqwa ini kita akan dapat mengintegrasi Al-Qur'an dalam kehidupan kita secara kaffah.... dan Al-Qur'an akan membimbing kita menuju kesuksesan dunia dan akhirat.


Di petang ini kututup dengan do'a "Laahaula wa laa quwwata illaa billaah" ( Tiada daya untuk menjauhi maksiat dan tiada kekuatan untuk berbuat maksiat, kecuali dengan pertolongan Allah ). Amin....


By. Salman Al-Fatih

Monday, 21 January 2013

Banjir Jakarta 2013

Kamis shubuh, aku mendapatkan sms dari ka Dhora isinya memintaku untuk menjadi tim medis Sabtu dan Ahad pekan ini. Kemudian, siang harinya aku mendapat sms lagi dari ka Sa'adah yang memintaku segera ke DPD PKS untuk membantu di dapur umum. Banjir tahun ini menurutku sama seperti banjir 10 tahun yang lalu, banjir besar yang melumpuhkan aktivitas dan menimbulkan banyak kerugian.

11 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2002 sebelum aku pindah ke Jakarta Barat, aku merasakan bagaimana menjadi korban banjir besar. Rumahku yang dulu di Jakarta Utara terkena dampak banjir. Di jalan air tingginya sekitar 2 meter dan di dalam rumah sebesar 1,5 meter (setinggi langit-langit rumah di lantai 1). Kami kesulitan air bersih, bahan makanan, tidak ada listrik, terisolir tidak bisa pergi kemana-mana, dan keadaan tersebut terjadi selama 1 bulan lamanya.

Hal tersebut yang membuatku benar-benar merasakan empati kepada saudara-saudaraku yang terkena dampak banjir tahun ini. Namun, aku belum bisa pergi ke Jakarta karena kami diizinkan pulang dari asrama setiap hari Sabtu dan akses untuk kerumah (angkutan umum) tidak beroperasi akibat banjir. Aku hanya bisa memperkuat doa untuk saudara-saudaraku yang kebanjiran.

Kamis malam, 'sang guru tercinta' mengirim sms, isinya
"Lihat saudara disekitar kita terdekat.. Sudah makan kah mereka? Bagaimana mereka tidur? Lokasi sulit dijangkau, makanan pun tak bisa sampai, apalagi air bersih, bekerja atau memikirkan skripsi? semua itu tak terfikirkan dibenak mereka. Mereka hanya memikirkan kapan air akan surut, kapan mereka akan terbebas dari banjir, bagaimana nasib keluarga dan tetangga mereka ditengah matinya lampu ditengah kegelapan malam, dingin suasana mencekam, akses komunikasi terputus dan air yang semakin meninggi.. Wahai ukhti, buktikan rasa syukur itu, bahwa mereka adalah bagian dari tubuh kita, hilangkan rasa egois itu.. Bagaimana jika mereka adalah kita???"
Jleb!! Aku benar-benar tertohok. Langsung aku balas sms itu,
"iya mba insyaAllah besok lis kesana setelah dapat izin dari ustadzah di RQ dan jika ada angkutan umum untuk pulang".
Tidak lama kemudian datanglah sms kedua dari beliau,
"Teringat wajah ikhwah yang terkena banjir, satu persatu sms itu masuk, bahkan hingga nomer hape lain yang mereka kirimkan karena hape mereka mati.. Mereka katakan, 'mba disini butuh 500 bungkus nasi, masih banyak yang belum makan. mba disini mati lampu. Mba, air semakin meninggi. Mba, disini tidak ada air bersih. Mba, tetanggaku kesetrum. Mba, balita tetanggaku sudah berhari-hari tidak makan. Mba, balita dekat rumahku hanyut. Mba, kapan ya bantuan itu datang?' semua ikhwah berjibaku menolong mereka, tanpa kenal lelah bahkan menerobos ketinggian air yang dapat membahayakan nyawa mereka 24 jam demi saudara mereka. Bagaimana dengan kita?"
Astaghfirullah.. Allah, ampuni hamba.. airmataku menetes tak kuat menahan sedih yang membuncah. Langsung ku balas sms beliau,
"Iya mba, insyaAllah Lis besok kesana"

Jumat siang aku berangkat ke DPD PKS Jak-Bar. Ketika sampai, disana terlihat beberapa ummahat dan teman-temanku yang sedang memasak nasi, memasak telur, memasak mie, dan yang sedang mengiris bumbu. Akupun segera bersatu dengan mereka. Membuat 2000an bungkus nasi untuk makan malam, yang akan dikirim ke warga di Jak-Bar yang menjadi korban banjir.

Sabtu pagi aku dan beberapa teman tim medis mengadakan yankes di lokasi-lokasi banjir. Tim ku pergi ke Tambora dan Jelambar. Di tambora, banjir mencapai sepinggang orang dewasa. Kami pergi ke tempat pengungsian di SMKN 9 Jakarta. Banyak pengungsi yang menderita sakit seperti gatal-gatal, diare, dan ISPA. Dan kebanyakan yang sakit adalah anak-anak. Selain itu, disana juga tidak ada air bersih (bahkan kami harus tayamum untuk melaksanakan sholat), makanan juga masih minim, tidak ada listrik, dan mereka juga kekurangan pakaian. Setelah dari Tambora, Sore hingga malam, kami yankes di Jelambar. Hampir sama dengan Tambora, disana banjir hampir sepinggang orang dewasa. Kami merasakan bagaimana jalan di air banjir, hujan, gelap dan kedinginan. Bagaimana nasib mereka yang tiap saat harus berada di air karena kebanjiran? Rabbiy, ampuni kami yang lalai dan dzolim terhadap diri kami sendiri sehingga kami merasakan dampak akibat kelalaian kami, banjir besar yang menyusahkan kami.

Ahad dan Senin, aku masih terlibat menjadi tim medis. Alhamdulillah kondisi saat ini lebih baik dari sebelumnya. Di beberapa titik, banjir sudah surut. Hanya bekas-bekas banjir yang terlihat (sampah, air yang tergenang, lumpur). Namun hal ini jangan membuat kita lupa lagi. Jangan berhenti berdoa meminta ampun serta perbaiki diri (tidak membuang sampah ditempatnya, terus bersyukur dengan memanfaatkan yang kita punya untuk membantu saudara kita yang membutuhkan). Semoga banjir kemarin menjadi pengingat dan membuat kita makin dekat kepada Allah SWT. Aamiin Allahumma Aamiin..

Saturday, 19 January 2013

Ketika Akal dan Hati Bicara Cinta


Di sebuah tempat, seorang hamba ditengah kesunyian alam, akal dan hati berdiskusi berkenaan kasih dan cinta..
Akal : Assalamualaikum, sahabat.
Hati : Waalaikumussalam…
Akal : Apa khabar iman anda?
Hati terdiam…
Akal bertanya sekali lagi.
Akal : Apa khabar iman anda?
Hati : Kurang sehat, MUNGKIN.
Akal : Mengapa?
Hati : Aku merindui dia segenap jiwaku…
Akal : Dia yang mana, sahabatku?

Hati : Kedua dia. Dia yang HAKIKI, juga dia yang entah kemana akhirnya..
Akal : Tidak mengapa, Itukan fitrah manusia.
Hati : Tapi rinduku kepadanya kadangkala membuat jiwaku gelisah. Fikiranku melayang terbang jauh ke angkasa. Kadangkala ketika beribadah juga aku teringat dia.
Akal : Cintamu padanya, juga cintamu padaNya, bukankah cinta kepadaNya kan yang lebih utama?
Hati : Tapi… Aku benar-benar mencintai dia. Aku benar-benar rindu dia. Aku mencintainya kerana Allah. Kami saling menasihati kepada kebaikan. Dan Aku mau mengejar syurga bersamanya.
Akal : Apa makna cinta?
Hati : Kasih dan sayang.
Akal : Bagiku cinta itu gila.
Hati : Mengapa begitu?
Akal : Apabila kita mencintai seseorang, kita asyik mengingat dia. Apa yang dikata jangan, sebisa mungkin kita akan menghindarinya. Apa yang diminta, sebisa mungkin kita mengusahakannya. Bila ada yang lain mendekati, bergolak rasa cemburu. Apakah kau rasa begitu?
Hati : Ya. Begitu yang aku rasa.
Akal : Apa kau tahu apa itu ibadah?
Hati : Orang kata ibadah itu taat dan patuh.
Akal : Ibadah itu juga adalah cinta.
Hati : Bagaimana dimaksudkan begitu?
Akal : Ibadah itu cinta. Berkasih-kasihan dengan Tuhan.
Hati terdiam lagi…
Hati : Jadi… Apa sebenarnya yang ingin kau sampaikan wahai akal?
Akal : Fikirkan, kalau kau benar mencintai dia kerana Allah, apa kau telah mengadu kepadaNya?
Hati : Aku puas sudah berdoa. Aku mendoakannya empat puluh kali setiap hari. Siang dan malam! Tegas hati..
Akal : Apa kau berdoa kepadaNya hanya kerana ketika kau terasa jauh dengannya? Apa kau hanya melipatgandakan ibadahmu ketika jiwamu merasa tak tenang?
Hati diam dan tertunduk…
Akal : Bagaimana mungkin kau katakan cintamu kerana Allah. Sedangkan kau mengabaikan Dia ketika cintamu dengannya sedang indah bercahaya. Sabarlah wahai hati. Doamu mungkin tidak makbul sekelip mata. Barangkali Allah akan memakbulkannya di lain masa. Barangkali Allah akan memberi hadiah yang lebih berharga untukmu!
Aliran kesejukan dan penyesalan terasa semakin deras mengalir ke kepala sang hati…
Akal : Cinta kepada manusia yang gila seperti itu, hanya layak disandarkan kepada Allah. Allah menarik cintamu kerana Allah lebih mencintaimu. Allah merindui doa dan tangisan hambanya. Allah mau kau kembali mengindahkan cintamu kepadaNya!
suasana semakin hening
Hati mulai menangis… Sepi… Kesal..
SEMOGA KITA BISA MENGAMBIL PELAJARAN DAN HIKMAH DARI KISAH DI ATAS

Repost dari blog http://genbizone.wordpress.com/2011/01/06/ketika-hati-dan-akal-bicara-cinta/

Thursday, 9 August 2012

Rofiq

Rofiq.. 

Aku belum pernah melihatnya secara langsung, belum mengenalnya, ataupun berinteraksi dengannya, tapi cukup dengan mendengar cerita tentangnya, aku sudah kagum. 

Ia adalah adik laki-laki Ustadzah Aminah (hafidzah, pengajar di RQ). Usianya 23 tahun, 2 tahun lebih tua dari aku. Sama seperti kakanya, Rofiq juga sudah hafidz. Ia tinggal di Makasar untuk belajar alQuran dan melakukan pengobatan herbal. 

Dengan berlinang airmata Ustadzah cerita, Rofiq menderita rabun senja dan kelainan pada mata. Sewaktu kecil ia di vonis oleh dokter akan buta. Selain itu, ia juga menderita beberapa penyakit lain. Tapi Rofiq adalah anak yang kuat. Tak ada keluhan, hanya ada kesabaran. Masih dengan airmata yang menetes, ustadzah cerita bahwa Rofiq ingin menikah. Tapi penglihatannya sekarang semakin buruk. Sudah sangat sulit untuk melihat. 

Walaupun banyak kekurangan fisik yg ia alami, semangat belajarnya sangat tinggi. Ia adalah murid yg cerdas. Ia juga sangat lurus. Sangat sayang kepada orangtua dan keluarga. Pernah ustadzah cerita, saat itu Rofiq diberi uang 200ribu untuk sebulan. Ia memakai uang tersebut untuk bayar listrik, air dan memberikan keponakan-keponakannya hadiah. Dan sisa uangnya dikembalikan kepada kakanya. Selain itu, ustadzah juga cerita. Kalau Rofiq sedang menelpon, Pasti yang ditanyakan dan dipesankan Rofiq adalah shalat jamaah. Ia berpesan kepada ayahnya untuk selalu shalat jamaah. 

Tepat malam Rabu kemarin, tanggal 20 Maret, Rofiq meninggal. Ia sakit. Tapi disaat kritisnya, disaat kebanyakan orang sangat susah untuk bersyahadat, ia justru melantunkan Qs Al Baqoroh. Selesai melantunkan ayat 284, ia pergi ke pangkuan Rabb nya. Kurang 2 ayat lagi.. 

Teringat hadits Nabi, Posisi kita di Akhirat adalah pada ayat terakhir yang kita baca. Dan ketika aku lihat quran terjemah, subhanallah. Semoga ampunan Allah kepadanya.. 

"Milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu nyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu sembunyikan, niscaya Allah memperhitungkannya bagimu. Dia mengampuni siapa yg dikehendaki dan mengazab siapa yg dikehendaki. Allah maha kuasa atas segala sesuatu" (QS 2: 284)

Pengingat

Tiba-tiba ada pesan darinya di FB

Dia: ukh
Saya: 'D' cinta :)
         tadi ikut sarasehan???
         lis ada tahsin sayyy
D:
knp y ikhwan akhwat skrg suka bgt eksis di dunia maya...ana sedih:(
   
kan panitia aku,,,
S: owh, anti panitianya toh        hmm, husnudzhan aja say,, mungkin emang kebutuhan informasi kayak kepanitiaan atau        organisasi dll
D:
bukan.. itu ana jg tau... makanya ana khrnya mutuskan pke fb..
    gaswat info kelas ajah di taronya di fb.
S:
walaupun, an tadi juga tertohok sama pernyataan anti. makasih yah say,,
    udah nyadarin an, paling gak an jadi agak malu kalo eksis banged di fb
D:
ana suka byk nemuin ikhwah satusnya gak jelas.. coment ga jelas,, atau......hm...    ga enak aja ukh.. diliat semua orang... qt punya mutarobbi
S: hmm,, kadang2 lis juga gitu kalo lagi labil. hufttt
D:
iya ukh,, kdang ana berfikir dakwah ini ga maju2... apa gr2 qt byk maksiat x ya..hix    ana udah risih dengan itu semua. mau muntah. islam kini makin mudar bg aktivis..
    aplgi bg ammahny
S:
hmm,, iya sih say,, mungkin dari kita cuma doa dan usaha memperbaiki diri dulu    semoga kita gak menyumbang banyak atas kemunduran dakwah
D: iya ukh.. jd introspeksi..       ana jd kabur melihat seseorang..
S:
siapa sayy???    kenapa kabur????
D:
ga jelas... byk ihkwah yang suka gajelas...
S:
hmm,, tersindir :(      ingetin ane terus yah say..
D:
iya ukh.. ana pernah termasuk bc status anti..
S:
yang mana??? malu.. an sering labil sayy     ingetin terusss
D:
'afwan ya ukh...........
S:
iya gapapa,, itu kan nasihat. an malah makasih, makasih banged say :)
D:
itu perbedaanya.. anti knp berubah? dulu ga spt itu.. apa ana yg sok tau ya.....:(     kdg qt gaperlu comment status ikhwah yg gk jls!
   
misal lg capelah... lagi tidur.. bodo amat deh.
    mo tengkurep tu org bodo amat ajah..kecuali ada misi kebaikan disana.
    ana salut sm anti
S:
iya,, bener sayy,, harusnya kita menjaga banged, dimanapun itu    astagfirullah,, pengen nangis say inget kelakuan2 lis yang gajelas di fb
D: ukh,, ga mslh dengan apapun itu.. selama qt bs ngambil pelajaran..
    tgl bagaimana qt cb mensyiarkannya
S:
iyaa :(
    mencoba memanfaatkan media lebih baik,,
    lebih manfaat
D:
iyaanya ko aneh si say.. ana uhibbuki fillah.. luv u so much.. aku sgnt mencintaimu ukh
S:
sama "D" cinta,, uhibbukifillah. seneng banged punya saudara kayak anti.
    dan obrolan malem ini bener-bener nyadarin an. jzk khair cinta :)
D:
slg mengingtkn ukh.. qt songsong permaslahn ummat dengan ide2 yg BESAR:)

---the end---


Astaghfirullah,, mungkin aku sudah terlena dengan jejaring sosial tersebut. percakapan dengannya benar-benar menyadarkanku, mengingatkanku akan niat awalku membuat Fb. masih ingat jelas waktu Maba, aku memposting di grup "kenapa banyak yang ngeinvite fb sih??? menurut ane gak penting buat fb, banyak mudharat daripada manfaatnya". terus temen an bales, "ini kebutuhan sulis,, info-info dikirimnya ke fb dan kalo kita bisa memanfaatkannya dengan baik pasti bakal banyak manfaatnya juga, sebagai syiar islam", terjadi diskusi panjang, dan akhirnya aku pun membuat fb karena niat di atas, untuk syiar, dan mengambil manfaatnya. karena tugas-tugas pun banyak yang di posting di Fb.

Tapi,, sepertinya sudah melenceng jauh dari niat di atas. banyak status gak jelas, comment gak jelas, dan sebagainya yang emang gak sesuai. astaghfirullah.. ampuni hamba :'(

oke,, sekarang saatnya memperbaiki niat dan memperbaiki diri. stop sama yang gak jelas!! bismillah...

Smile ^,^


Senyumlah karena "Senyummu dihadapan saudaramu adalah shodaqoh"
Disaat sedih, tersenyumlah karena "La Tahzan Innallaha Ma'ana"
Disaat terhimpit dengan berbagai masalah, tersenyumlah karena "Allah tidak membebani seseorang melainkan dengan kesanggupannya"
Disaat kau menghadapi cobaan yang berat, tersenyumlah karena "Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan"
Senyumlah karena "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka (At Taubah: 111)"

Seperti kata abang-abang di Raihan,

Manis Wajahmu Kulihat Di Sana
Apa Rahasia Yang Tersirat
Tapi Zahirnya Dapat Ku Lihat
Mesra Wajahmu Dengan Senyuman

Senyuman..Senyuman..
Senyum Tanda Mesra
Senyum Tanda Sayang
Senyumlah Sedekah Yang Paling Mudah

Senyum Di Waktu Susah
Tanda Ketabahan
Senyuman Itu Tanda Keimanan
Senyumlah Senyumlah Senyumlah Senyumlah..

Hati Yang Gundah Terasa Tenang
Bila Melihat Senyum Hatikan Tenang
Tapi Senyumlah Seikhlas Hati
Senyuman Dari Hati Jatuh Ke Hati

Senyumlah..Senyumlah..
Senyumlah Seperti Rasulullah
Senyumnya Bersinar Dengan Cahaya
Senyumlah Kita Hanya Kerana Allah
Itulah Senyuman Bersedekah

Senyumlah Senyumlah Senyumlah Senyumlah..
Itulah Sedekah Yang Paling Mudah
Tiada Terasa Terhutang Budi
Ikat Persahabatan Antara Kita
Tapi Senyum Jangan Disalah Guna
Senyumlah Senyumlah Senyumlah Senyumlah......



Smile itu judul di site saya,, tapi karena themes nya di ubah jadi tulisan "Smile ^,^" nya gak keliatan deh. sedih, huhuhu.. (tapi dengan tetap tersenyum )

Aku Bangga Pada Suamiku

Aku Bangga pada Suamiku

Bismillah …
(Semoga kisah ini juga bisa diambil manfaatnya oleh saudari-saudari muslimahku dimanapun berada)
.
***
Sore itu, menunggu kedatangan teman yang akan menjemputku di masjid ini seusai ashar.. seorang akhwat datang, tersenyum dan duduk disampingku, mengucapkan salam, sambil berkenalan dan sampai pula pada pertanyaan itu.
.
“Anty sudah menikah ?”.
“Belum mbak ”, jawabku .
Kemudian akhwat itu bertanya lagi
“ kenapa ?”
hanya bisa ku jawab dengan senyuman. ingin ku jawab karena masih kuliah, tapi rasanya itu bukan alasan.
“Mbak menunggu siapa?” Aku mencoba bertanya .
“Nunggu suami” jawabnya.
.
Aku melihat kesamping kirinya, sebuah tas laptop dan sebuah tas besar lagi yang tak bisa kutebak apa isinya. Dalam hati bertanya-tanya, dari mana mbak ini? Sepertinya wanita karir. Akhirnya kuberanikan juga untuk bertanya,
.
“Mbak kerja dimana?”, Entahlah keyakinan apa yang meyakiniku bahwa Mbak ini seorang pekerja, padahal setahu ku, akhwat seperti ini kebanyakan hanya mengabdi sebagai ibu rumah tangga.
“Alhamdulillah 2 jam yang lalu saya resmi tidak bekerja lagi”, jawabnya dengan wajah yang aneh menurutku, wajah yang bersinar dengan ketulusan hati.
“kenapa?” tanyaku lagi .
Dia hanya tersenyum dan menjawab,
“karena inilah satu cara yang bisa membuat saya lebih hormat pada suami” jawabnya tegas .
.
Aku berfikir sejenak, apa hubungannya? Heran. Lagi-lagi dia hanya trsenyum.
“Ukhty, boleh saya cerita sedikit? Dan saya berharap ini bisa menjadi pelajaran berharga buat kita para wanita yang Insya Allah akan didatangi oleh ikhwan yang sangat mencintai akhirat”.
.
“Saya bekerja di kantor, mungkin tak perlu saya sebutkan nama kantornya. Gaji saya 7 juta/bulan. Suami saya bekerja sebagai penjual roti bakar di pagi hari, es cendol di siang hari. Kami menikah baru 3 bulan, dan kemarinlah untuk pertama kalinya saya menangis karena merasa durhaka padanya. Waktu itu jam 7 malam, suami baru menjemput saya dari kantor, hari ini lembur, biasanya sore jam 3 sudah pulang. Saya capek sekali ukhty. Saat itu juga suami masuk angin dan kepalanya pusing. Dan parahnya saya juga lagi pusing. Suami minta diambilkan air minum, tapi saya malah berkata,
.
“Abi, Umi pusing nih, ambil sendiri lah!”.
Pusing membuat saya tertidur hingga lupa sholat isya. Jam 23. 30 saya terbangun dan cepat – cepat sholat, Alhamdulillah pusing pun telah hilang. Beranjak dari sajadah, saya melihat suami saya tidur dengan pulasnya . Menuju ke dapur, saya liat semua piring sudah bersih tercuci. Siapa lagi yang bukan mencucinya kalo bukan suami saya? Terlihat lagi semua baju kotor telah di cuci.
.
Astagfirullah, kenapa Abi mengerjakan semua ini? Bukankah Abi juga pusing tadi malam? Saya segera masuk lagi ke kamar, berharap Abi sadar dan mau menjelaskannya, tapi rasanya Abi terlalu lelah, hingga tak sadar juga.
Rasa iba mulai memenuhi jiwa saya, saya pegang wajah suami saya itu, ya Allah panas sekali pipinya, keningnya, Masya Allah, Abi demam, tinggi sekali panasnya. Saya teringat atas perkataan terakhir saya pada suami tadi. Hanya disuruh mengambilkan air minum saja, saya membantahnya. Air mata ini menetes, betapa selama ini saya terlalu sibuk diluar rumah, tidak memperhatikan hak suami saya .”
.
Subhanallah, aku melihat Mbak ini cerita dengan semangatnya, membuat hati ini merinding. Dan kulihat juga ada tetesan air mata yang di usapnya.
.
“Anty tau berapa gaji suami saya? Sangat berbeda jauh dengan gaji saya. Sekitar 600 -700 rb /bulan. 10x lipat lebih rendah dari gaji saya. Dan malam itu saya benar- benar merasa durhaka pada suami saya. Dengan gaji yang saya miliki , saya merasa tak perlu meminta nafkah pada suami, meskipun suami selalu memberikan hasil jualannya itu pada saya, dan setiap kali memberikan hasil jualannya, ia selalu berkata,
.
“Umi, ini ada titipan rezeki dari Allah. Di ambil ya. Buat keperluan kita. Dan tidak banyak jumlahnya, mudah-mudahan Umi ridho ”, begitu katanya.
Kenapa baru sekarang saya merasakan dalamnya kata- kata itu. Betapa harta ini membuat saya sombong pada nafkah yang diberikan suami saya ”, lanjutnya.
.
“Alhamdulillah saya sekarang memutuskan untuk berhenti bekerja, mudah -mudahan dengan jalan ini, saya lebih bisa menghargai nafkah yang diberikan suami. Wanita itu begitu susah menjaga harta, dan karena harta juga wanita sering lupa kodratnya, dan gampang menyepelekan suami.” Lanjutnya lagi, tak memberikan kesempatan bagiku untuk berbicara.
.
“Beberapa hari yang lalu, saya berkunjung ke rumah orang tua, dan menceritakan niat saya ini . Saya sedih, karena orang tua, dan saudara - saudara saya tidak ada yang mendukung niat saya untuk berhenti berkerja. Malah mereka membanding-bandingkan pekerjaan suami saya dengan orang lain.”
.
Aku masih terdiam, bisu, mendengar keluh kesahnya. Subhanallah, apa aku bisa seperti dia? Menerima sosok pangeran apa adanya, bahkan rela meninggalkan pekerjaan.
.
“Kak , kita itu harus memikirkan masa depan. Kita kerja juga untuk anak -anak kita Kak . Biaya hidup sekarang ini besar. Begitu banyak orang yang butuh pekerjaan . Nah kakak malah pengen berhenti kerja . Suami kakak pun penghasilannya kurang . Mending kalo suami kakak pengusaha kaya, bolehlah kita santai- santai aja dirumah. Salah kakak juga sih, kalo mau jadi ibu rumah tangga, seharusnya nikah sama yang kaya. Sama dokter muda itu yang berniat melamar kakak duluan sebelum sama yang ini. Tapi kakak lebih milih nikah sama orang yang belum jelas pekerjaannya. Dari 4 orang anak bapak , Cuma suami kakak yang tidak punya penghasilan tetap dan yang paling buat kami kesal , sepertinya suami kakak itu lebih suka hidup seperti ini, ditawarin kerja di bank oleh saudara sendiri yang ingin membantupun tak mau, sampai heran aku, apa maunya suami kakak itu”. Ceritanya kembali, menceritakan ucapan adik perempuannya saat dimintai pendapat .
.
“Anty tau , saya hanya bisa nangis saat itu..
Saya menangis bukan Karena apa yang dikatakan adik saya itu benar, bukan karena itu. Tapi saya menangis karena imam saya dipandang rendah olehnya. Bagaimana mungkin dia maremehkan setiap tetes keringat suami saya, padahal dengan tetesan keringat itu, Allah memandangnya mulia”
.
“Bagaimana mungkin dia menghina orang yang senantiasa membanguni saya untuk sujud dimalam hari. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang dengan kata -kata lembutnya selalu menenangkan hati saya. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang berani datang pada orang tua saya untuk melamar saya, padahal saat itu orang tersebut belum mempunyai pekerjaan. “
.
“Bagaimana mungkin seseorang yang begitu saya muliakan, ternyata begitu rendah dihadapannya hanya karena sebuah pekerjaaan. Saya memutuskan berhenti bekerja, karena tak ingin melihat orang membanding-bandingkan gaji saya dengan gaji suami saya. Saya memutuskan berhenti bekerja juga untuk menghargai nafkah yang diberikan suami saya. Saya juga memutuskan berhenti bekerja untuk memenuhi hak -hak suami saya .Semoga saya tak lagi membantah perintah suami. Semoga saya juga ridho atas besarnya nafkah itu. “
.
“Saya bangga ukhti dengan pekerjaan suami saya, sangat bangga, bahkan begitu menghormati pekerjaannya , karena tak semua orang punya keberanian dengan pekerjaan itu. Kebanyakan orang lebih memilih jadi pengangguran dari pada melakukan pekerjaan yang seperti itu. Tapi lihatlah suami saya , tak ada rasa malu baginya untuk menafkahi istri dengan nafkah yang halal.”
.
” Itulah yang membuat saya begitu bangga pada suami saya. Semoga jika anty mendapatkan suami seperti saya, anty tak perlu malu untuk menceritakan pekerjaan suami anty pada orang lain. Bukan masalah pekerjaannya ukhty, tapi masalah halalnya, berkahnya , dan kita memohon pada Allah, semoga Allah menjauhkan suami kita dari rizki yang haram”. Ucapnya terakhir, sambil tersenyum manis padaku. Mengambil tas laptonya, bergegas ingin meninggalkanku.”
.
Kulihat dari kejauhan seorang ikhwan dengan menggunakan sepeda motor butut mendekat ke arah kami, wajahnya ditutupi kaca helm , meskipun tak ada niatku menatap mukanya. Sambil mengucapkan salam, meninggalkanku. Wajah itu tenang sekali, wajah seorang istri yang begitu ridho .
.
***
.
Ya Alloh … .
Berkahi kami dalam menapaki jalan perjuangan menujuMU. Semoga Aku bisa selalu menjadi sebaik-baik istri untuk suamiku, yang menjadi bekal untuk meraih jannah Mu… Amin
.
Untuk Abi, apapun pekerjaan Abi, Ummi BANGGA Bi,

..:: SANGAT BANGGA ::..


diambil dari Renungan dan Kisah Inspiratif

Ketika Cinta Berbuah Syurga

Cinta bukanlah kata sifat, dan bukan pula kata benda. Tapi cinta adalah kata kerja yang jika di pupuk, di siram dan di sinari, ia akan tumbuh subur dan akan memberikan buah untuk pemilik pohon cinta itu sendiri.
Cinta akan membuahkan syurga bilamana benih cinta itu bersumber karena cinta kpd-Nya, dipupuk dan disiram dengan ma'rifatullah, disinari dengan cahaya keikhlasan.
Memang, buah syurga dari pohon cinta itu tidak mudah tumbuh. Kita harus meluruskan niat, memperhatikan dan merawatnya agar tidak mudah busuk di makan hama nafsu dunia. Sehingga buah cinta itu menghasilkan syurga yang nikmatnya tiada tara.
Semoga cinta2 kita membuahkan syurga. Amin^^

Pliss,, Ya Allah..

Suatu kali saya jatuh cinta! tau ga rasanya? boong ah kalo bilang ga tau! terus, masalahnya apa? normal kan...

masalahnya, saya nyaris kehilangan kendali diri. saya berubah jadi orang paling melankolis sedunia, paling romantis (dan sebenarnya mah saya dari dulu juga romantis), dan blog saya penuh dengan kata2 puitis (sebenarnya emang puitis dari dulu) Psstt... jangan komentar dulu! baca sampe selesai. terus... si dia gimana? ngakunya sih ... he love me too...

aih... aih... jadiin aja!
Engga!
Kenapa?

because of this loping-loping (jatuh cinta maksudnya), saya rugi besar. rugi materi mah bisa di ganti. coba itung, waktu yang abis gak kerasa karena pikiran dipenuhi all about him, ga bisa di ganti. ibadah nafilah lolos satu per satu. hafalan qur'an belepotan karena gak sempat muroja'ah. dan sementara waktu semakin mendekatkan kami, hiks... he choose another women! Blarrrr!!!! langit runtuh (ini mah hiperbola)

emangnya dari awal ga sadar?'
sadar! sadaaarrr baget! sadar kalau seharusnya ketika ada rasa yang mulai bertunas, seharusnya saat itu juga dipagari dengan ma'rifatullah, di pancang dengan quwatushshilah billah. agar tunas itu mekar, tumbuh, kuat, dan berakar nanti saja, pada waktu yang tepat, pada orang yang tepat.

and now... saya kembalikan semua kepada-Nya. saya hapus namanya dari memori hati, sebab hanya Dia yang boleh ada disana. jika tidak, saya semakin desperate ketika ada yang menyebut nama dan menceritakan tentangnya. saya putuskan hubungan dan komunikasi dengannya, dan saya sambung kembali komunikasi dengan-Nya.

kalo dia nanya, biar Ari Lasso yang jawab, hampa terasa, aku telah hilang di telan bumi. and this loping-loping, let it gone with the wind.

kenapa saya menulis semua ini? ah! ambil saja ibrahnya.

at last...

God, kalo seseorang itu bukan jodohku, please deh jauhin, plis...plis...plis... dan ganti dengan yang lebih baik. dan jika dia jodohku maka supaya didekatkan dengan cara-Mu, dan skenario-Mu. entah cinta itu datang sebelum waktunya atau setelah tiba waktunya.
(dari komentar seorang akhwat di sebuah diskusi myquran.com,,, di ambil dari buku Ya Allah, aku jatuh cinta)

Wednesday, 8 August 2012

Syukur dan Sabar

Syukur dan sabar,
kenapa saya menuliskannya lebih awal dari kata sabar? karena kasih sayang Allah mendahului murka-Nya. Allah SWT selalu memberi kita nikmat yang sangat banyak dan tak terhitung, lalu kita seringkali lupa mensyukurinya. Allah memberikan kita cobaan dan ujian yang kecil dibandingkan ujian-ujian yang Dia berikan kepada Rasul-rasul ulul 'azmi, dan kita seringkali mengeluh dan tidak bersabar atas ujian-Nya. Astaghfirullah..

Sudah berhari-hari saya memikirkan tentang ini, syukur dan sabar. Terkadang saya suka membandingkan keadaan-keadaan yang harusnya saya syukuri atau saya sikapi dengan kesabaran. Atau terkadang atau bahkan mungkin sangat sering saya mengeluh atas ujian dari-Nya. Dan beberapa peristiwa menyadarkan saya, patutnya saya bersyukur atas semua yang saya punya.

Tayangan di televisi sore kemarin mengajarkanku pentingnya dua kata ini, syukur & sabar. Mereka, nenek dan ke empat cucu-cucunya tinggal di gubuk yang sangat kecil dan sangat kumuh. cucu yang terbesar adalah kuli panggul dan buruh serabutan yang hanya berpenghasilan Rp 10.000 perhari. Nenek yang sudah sangat renta dan bungkuk tersebut juga masih harus bekerja sebagai pedagang risol keliling. Tentu saja penghasilan mereka masih sangat kurang untuk biaya hidup untuk 5 orang.
Tak hanya itu, tiga dari cucu nenek tersebut menderita tuna rungu dan tuna wicara, hanya satu yang normal. Mereka hidup terasing dan sering menjadi bahan ejekan orang-orang disekitarnya karena kekurangan fisik mereka.
Tapi saya melihat senyum di wajah mereka, senyum yang ikhlas. Subhanallah.. mereka menerima semua yang mereka dapat dengan Syukur dan Sabar.

Saya juga mendapatkan kisah yang menakjubkan tentang Syukur dan Sabar, semoga kita dapat selalu belajar dari semua hikmah yang Dia berikan

Beautiful Soul

Ini dia salah satu oleh-oleh dari nonton MTGW kemaren. kayaknya tema ini bakal ditayangin setelah lebaran deh, jadi yang sabar yah MP'ers , tapi karena saya baik hati jadi saya mau bagi-bagi sedikit catatan yang saya punya buat sobat-sobat MP
cekidot gan!

Beautiful soul atau jiwa yang cantik mempunyai 3 elemen, yaitu wajah yang baik, tutur kata yang baik dan tindakan yang baik. Jiwa yang baik utuh dengan ketiga elemen tersebut dan saling berkesinambungan. ketiga elemen tersebut harus sinkron dan terintegrasi, juga tidak bisa saling berdiri sendiri. jika jiwa kita baik, kualitas diri akan baik sehingga akan mendapatkan pasangan yang berkualitas pula. (ini bahasa general dari wanita yang baik akan mendapatkan laki-laki baik pula, QS An Nur: 26).

Jiwa yang baik selalu bekerja sampai akhir batas kemampuannya, setelah itu Tuhan lah yang akan langsung campur tangan dalam kehidupannya. Jiwa yang baik akan mengantarkan kita pada akhir upaya kita. Tuhan turut campur tangan karena Dia menyaksikan  ikhtiar dan doa kita. Jiwa yang malas hidupnya tidak akan bahagia karena tidak ada campur tangan Tuhan. Dan kata pak Mario juga, sebenarnya tidak ada orang yang malas, yang ada adalah orang yang rajin dalam kemalasan.

Stress ada 2 macam yaitu stress yang timbul dari kekurangan dan stress yang ingin melebihkan. dan stress yang ingin melebihkan inilah yang disebut beautiful stress. Stress itu diibaratkan tekanan pada sebuah "per". Artinya dengan stress (beautiful stress), dapat lebih melejitkan potensi yang kita punya.

Selain itu, ada beberapa point yang tercatat oleh saya:
  • Orang yang berniat menjadi orang baik sudah menjadi orang baik
  • Obat patah hati adalah jatuh cinta lagi
  • Ketidakdamaian hati bisa disebabkan oleh sudut pandang kita
  • Logika cinta ------> membuat orang menyerah. orang jahat akan memanfaatkan dan mengambil kesempatan dalam keadaan sang kekasih "menyerah". Orang baik akan memberikan kebaikan-kebaikan kepada sang kekasih
  • Kecewa itu baik, wajar sebagai upaya membaikkan kehidupan
  • Manusia itu sebagian besar dirinya adalah baik, hanya sedikit kesalahan. lalu kenapa harus berfokus pada yang salah?!
  • Lelaki itu takluk kepada wanita yang mengaguminya
  • Jangan membenci penjahat, karena bagaimana penjahat tersebut menjadi baik jika orang baik membencinya.
  • Orang yang menjadi musuh anda bukanlah musuh anda jika anda tidak menganggapnya sebgai musuh.
Sebenernya masih banyak lagi pelajaran yang saya dapat, tapi yang tercatat cuma itu. hehehe.. semoga dapat bermanfaat

Target Ramadhan Keren

Tulisan boleh kopas, tapi saya sangat suka. Cukup menyentil untuk menyambut momen besar beberapa saat lagi.
Semoga bermanfaat. :)

***
TARGET KEREN RAMADHAN
oleh : Anugerah Perdana


Gimana nih target ramadhannya ?
Begitulah pertanyaanku pada beberapa teman, dengan tujuan agar diri ini lebih termotivasi dalam beramal. Dan memang harus ada trik tersendiri biar mereka-mereka buka kartu, soalnya takut dianggap riya.

Dan ternyata jawabannya memang pada muantap!
Tilawah everyday, khatam Al Quran, shalat dhuha minimal lima kali kali sepekan, tarawih pantang bolong, baca sekian buku selama ramadhan, dzikir pagi dan petang, itikaf, dsb, dkk, dll, etc. Pada gaya lah pokoknya mah.

Ada juga temen yang pas saya tanya targetnya menjawab dengan mengacungkan lima jari.

Shalat lima waktu ? Bukan katanya
Khatam lima kali ? Bukan juga
Trus apa? Ternyata
Hafal lima juz Al Quran
Wooowww eh, subhanallah! Soalnya setahu dia bukan orang santai, justru padat aktifitas. Dan setahu saya hafalannya saat ditanya, baru dua juz. Artinya target dia ngafalin tiga juz selama tigapuluh hari. Suwit-Suwiw ! ikhwan idaman pisan yeuh

Dan masih banyak lagi variasi jawaban dari temen-temen saya yang ngga kalah menakjubkan. Tapi, disisi lain...

Ada juga temen yang ngejawab
Yah, minimal bisa tamat sampai surat Ali Imran deh
Saya mah yang penting ngga bales dendam pas berbuka
Target gua? Itung-itung ngelangsingin badan bo!
Puasa!? cihuy kesempatan buat maen CM (Championship Manager) seharian euy

Wah..wah..wah..sungguh dunia yang berbeda. Jadi keingetan sama ceramah super keren berjudul manusia-manusia kosong (mau dengerin? kontak saya)

Tapi inget, bagi yang emang targetnya ngga jauh sama yang saya sebut pertama tadi. Pas baca target yang di bawahnya, eh langsung ngeremehin. Jangan sombong saudaraku. Bisa saja dalam beberapa detik Allah mencabut hidayah yang diberikanNya karena kesombongan kita. Betul !?

***

Pada awalnya, sempet rendah diri juga ngedenger target-target yang sebegitu kerennya. Kok bisa ya mereka kayak gitu? Pikirku. Soalnya mereka yang saya tanya pertama itu bukan mahasiswa/mahasiswi biasa. Bisa dibilang sibuk lah, dalam artian dia memiliki amanah lain diluar aktifitas akademisnya. Ada yang aktif di Unit, ada juga yang di Yayasan, ada juga yang sambil ngajar privat, bahkan ada yang sambil jadi mentor.

Tapi...*tanpa bermaksud berburuk sangka akan keikhlasan teman-temanku itu*

Coba deh diliat lagi target ramadhan mereka. Tilawah, shalat, dzikir, dan sebangsanya. Kok amalan PRIBADI semuanya yah? Perasaan, Islam ngga sesempit itu deh.

Asa jarang ngedenger temen yang ngejawab:

Target ramadhan saya sih sedekah setiap hari, mendoakan saudara seIslam setiap habis shalat, memancing teman sekelas agar curhat lalu menyusupkan dakwah kedalamnya, ngirim sms tausiyah ke sekian orang dalam sepekan, wakaf buku baru ke panti asuhan anak yatim, dsb, dkk, dll, etc.

Kan insyaAllah yang gitu juga amal shaleh yah? :)


sumber : 
http://aktivis-amatiran.blogspot.com/2006/10/target-keren-ramadhan-1.html
http://aktivis-amatiran.blogspot.com/2006/10/target-keren-ramadhan-2.htm

Tuesday, 7 August 2012

Ikhlas

Ikhlas,.
Mungkin sulit tapi bisa.

Melepas yang di inginkan dan dicintai untuk mendapatkan ridho-Nya, lebih ku sukai daripada harus terus tersakiti karena besarnya keinginan untuk memiliki.

Bagaikan obat,. Ikhlas..
Mungkin memang akan pahit di awal, tapi akan terasa manis & bermanfaat di akhir.

Ku yakin,. Allah kan memberi yang terbaik sebagai pengganti yang hilang karena ikhlas ku...
Ya,. Pasti banyak hikmah dari semua ini.
Karena,. Dia maha mengetahui yang terbaik untuk hambanya..

~Love Allah forever

(jadi inget jaman doeloe :D, notes ini di posting di MP sebelumnya, 2 tahun lalu :D)

PKD hari pertama di RS Haji Pondok Gede

First day di RSHJ Pondok Gede sangat memorable. bayangin aja, saya hampir pingsan sampe 2x, padahal masih pagi banged jam 09.30an gitu lho. hufttt..

Seperti biasa, pagi2 saya dianter oleh ayah saya sampai slipi jaya, tapi yang tidak biasa adalah tujuannya, hari ini dan hari selasa selama dua pekan ke depan saya akan praktik klinik dasar ke RS Haji Pondok Gede, Jak-Tim. Dan pagi ini adalah hari pertama saya mengetahui dan masuk ke RSHJ karena belum pernah datang kesana sebelumnya, untung aja gak nyasar. ahhamdulillah..

Sampai RSHJ saya dan teman2 langsung orientasi dan menempati ruangan yang dibagikan. nah, saya dapet Ruang Musdalifah (nama-nama ruangannya keren2, ada musdalifah, syifa, afiah, dll. bagus juga buat jadi pilihan nama buat anak nanti. haha..). waktu baru masuk ruangan itu, berasa seneng deh coz perawatnya ramah-ramah n ada perawat yang lulusan FIK UI juga. terus juga kesan pertama masuk, RS nya keren, indah, bersih, luas, dll.

Ini dia klimaks untuk hari ini. jam 09.30an saya dan ncel (teman 1 kelompok) ikut dengan perawat untuk membersihkan luka post operasi Fibrioadenoma. sebelumnya seneng banged bisa ikut karena bisa belajar membersihkan luka dengan teknik steril. terus setelah balutan lama di buka, saya pun melihat lukanya. agak merinding karena saya lihat bagian atas mamae nya ada luka insisi (luka bedah). perawat tersebut pun membersihkannya dengan hati-hati. awalnya saya lihat respon pasien (Nona R, 17 tahun) agak meringis kesakita. tetapi setelah itu perawat tersebut menekan luka tersebut dengan hati-hati untuk mengeluarkan gumpalan darah kotor berwarna hitan kental, spontan pasien merasakan nyeri luar biasa dan berteriak kecil kesakitan.

aku melihat wajah pasien dengan iba dan seperti merasakan nyerinya, aku juga kesakitan. tiba-tiba saja kepalaku pusing hebat, badan terasa dingin, dan seperti ingin jatuh. aku langsung keluar ruangan dengan tergopoh-gopoh dan berjalan dengan tidak seimbang. setelah di nurse station aku langsung duduk dilantai. aku merasakan sangat dingin di muka dan badan, sangat lemas, badan gemetar, pusing dan banyak bayangan hitam. benar-benar gak kuat. selama kurang lebih lima menit aku seperti itu. setelah itu temanku, siti langsung menghampiriku. akupun mulai pulih walaupun masih merasa lemas dan kedinginan. aku bercermin dan kulihat aku sangat pucat.

10 menit kemudian temanku ncel sudah ada di nurse station. akupun bertanya tentang keadaan tadi dan menceritakan keadaanku sehingga aku keluar meninggalkannya saat pembalutan luka. temanku itu sungguh kuat mampu berada disana sampai selesai.

jam 10.00 WIB, saya pun kembali praktek. ditemani ncel juga saya memeriksa TTV (tanda2 vital) seperti mengukur tensi, mengukur suhu, nafas, nadi dan berkenalan dengan para pasien. nah, hampir pingsan lagi saat ngukur tensi Nn R, setelah ngukur tensi beliau dan berbincang-bincangdengan ibunya mengenai lukanya Nn R, timbullah perasaan itu lagi, kepala pusing dan berputar-putar. langsung aja saya pamit dengan ibu pasien yang sedang asyik bercerita, saya lalu berjalan meninggalkan ruangan dan berjongkok di nurse station. hufttt.. bener-bener gak enak deh :'(

walaupun begitu tapi saya jadi mengetahui banyak hal hari ini. saya memberikan obat inhalasi dan nebulizer, menyuapi nenek musmunah makan dan lain2. pokoknya hari ini dapet banyak pengalaman deh. alhamdulillah :)

Bidadari Vs Wanita Shalihah

Rasulullah SAW bersabda, "Dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah." (HR Muslim)

Lalu siapakah wanita shalihah itu?

"Kalau dipandang menyenangkan hati, kalau diperintah ia taat, kalau ditinggal pergi ia menjaga diri dan harta suaminya."

Imam Ath Thabrany mengisahkan dalam sebuah hadits, dari Ummu Salamah RA, dia berkata, Wahai Rasulullah jelaskanlah kepadaku firman Allah tentang bidadari yang bermata jeli.
Beliau menjawab, "Bidadari yang kulitnya putih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilau seperti sayap burung nazar"

Saya berkata lagi, jelaskanlah Qs Alwaqiah: 23. Beliau menjawab, "kebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan, tidak pernah tersentuh tangan manusia"

Saya berkata lagi, jelaskan kepadaku Qs Ar Rahman: 70. Beliau menjawab, "akhlaknya baik dan wajahnya cantik jelita"

Saya berkata lagi, jelaskanlah kepadaku Qs Ash Shaffat: 49. Beliau menjawab, "kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada di bagian dalam telur dan terlindung kulit bagian luar, atau disebut putih telur.

Saya berkata lagi, jelaskanlah Qs Al Waqiah: 37. Beliau menjawab, "mereka adalah wanita yang meninggal di dunia pada usia lanjut, dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, Lalu Allah menjadikan mereka sebagai wanita gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi dan umurnya sebaya"

Saya bertanya, Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari bermata jeli?
Beliau menjawab, wanita dunia lebih utama daripada bidadari, seperti kelebihan yang tampak dengan yang tidak tampak.

Saya bertanya, karena apa mereka lebih utama?
Beliau menjawab, "karena shalat, puasa, dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya diwajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya emas. Mereka berkata, kami abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat, kami mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak bersungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya"

Ta'aruf atau Pacaran



Pagi ini, Jumat  07 Jan 2011 Ibuku membawakan aku dan keluargaku gorengan. Yah seperti ritual saja memang, setiap pagi selalu ada kopi panas dan Alhamdulillah ada juga gorengannya (walaupun seringnya di awal bulan. Hehe..). Saat mengambil gorengan pertama, aku tidak terlalu memperhatikan bungkus kertasnya, karena aku sedang sangat sibuk dengan gorenganku. Ketika ku ambil gorengan kedua, baru aku sadar bahwa judul di bungkus kertas gorengan yang sudah kotor dengan minyak dan remah-remah gorengan itu cukup menarik. Judul ini yang cukup banyak ditanyakan teman-teman kepadaku. Aku baca isinya dan muncullah ide untuk sharing ilmu kepada teman-temanku. Tak akan kubiarkan hikmah besar yang kutemukan pagi ini melalui sekantong plastik gorengan hangat, terbuang di tempat sampah begitu saja (melebay. Hehe..). Artikel ini berjudul “Ta’aruf atau Pacaran” yang ditulis oleh Drs. Yosri Fajar. Lets cekidot  =D


                                               Ta’aruf atau Pacaran
           Mpok Ati, istri Bang Somad akhir-akhir ini agak kesal dengan sikap suaminya yang melarang anaknya Marni pacaran dengan si Ucup, tetangga dekatnya. Mpok Ati membolehkan dan malah menyuruh Marni pacaran. Sedangkan Bang Somad melarang sama sekali.

          Sore itu, ketika Marni tidak ada dirumah, Mpok Ati bertanya kepada Bang Somad:
“Bang, kenapa sih Abang melarang Marni pacaran?”
“Ti, elu mesti tau pacaran itu dilarang dalam agama Islam. “ jawab Bang Somad tegas dan ringkas.
“Tapi Bang, bagaimana orang bisa memilih suami atau istri yang cocok dan sesuai dengan kehendak hati kalau tidak pakai  pacaran. ‘kaya’ membeli kucing dalam karung aja. Dengan pacaran orang bisa mengenal karakter pasangannya masing-masing. Tidak asal milih. Lagipula umur Marni sudah cukup, kalau tidak punya pacar nantinya tidak laku dan akhirnya jadi perawan tua.” Kata Mpok Ati memberi alasan.
“Ah, orang pacaran banyak bohongnya, suka mengumbar hawa nafsu. Dengan pacaran orang juga melakukan zina mata, zina hati dan zina-zina yang lain. Lama-lama anak kita bisa hamil duluan sebelum nikah. Naudzubillahimin dzalik.” Kata Bang Somad menimpali.
“Bang Somad ekstrim bener, memang susah ngomong sama Abang.” Kata Mpok Ati sedikit kesal.
“Denger dulu Ti, yang boleh tuh “ta’aruf”. Kata Bang Somad.
“Apaan tuh ta’aruf?” tanya Mpok Ati.
“Itu seperti pernikahan si Jali dengan si Romlah, tetangga kita. Tidak pakai pacaran, tapi pakai ta’aruf. Pestanya juga dipisah. Tidak campur baur laki-laki dan perempuan. Itu pernikahan yang benar, pernikahan yang islami.” Jawab Bang Somad menjelaskan.
Mendengar penjelasan itu, Mpok Ati hanya terdiam. Lalu pergi meninggalkan Bang Somad sendirian.

         Sejak mendapat penjelasan itu, Mpok Ati lama berpikir, akhirnya membenarkan apa yang dikatakan suaminya. Selama ini ia memang belum tau tentang hukum pacaran, apalagi tentang istilah ta’aruf. Baru kali ini ia mendengarnya. Oleh karena itu besok, pada saat pengajian ibu-ibu dimasjid ia akan menanyakan tentang hal itu lebih jauh lagi kepada Ustadz AbdurRahman, Ustadz yang juga guru ngaji suaminya.
“Ustadz, apa pacaran itu boleh atau tidak? Dan apa yang dimaksud dengan ta’aruf?” tanya Mpok Ati kepada Ustadz AbdurRahman pada waktu tanya jawab pengajian.
“Pacaran itu hukumnya dilarang dalam agama Islam. Baca dalam Al Qur’an surat An Nur ayat 30 dan 31. Dan juga larangan Allah mengenai mendekati zina dalam surat Al Israa ayat 32. Begitu juga dalam hadits Rasulullah SAW yang berbunyi:
‘Hai Ali, janganlah perturutkan satu pandangan kepada pandangan yang lain, karena sesungguhnya buatmu adalah yang pertama dan bukan yang akhir (kedua). (HR Ahmad dan Abu Daud).
Satu lagi: ‘Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya jangan bersepi-sepian berduaan dengan wanita tanpa disertai muhrimnya, karena sesungguhnya orang ketiga adalah syetan. (HR Ahmad).
Dan satu lagi: ‘Sungguh kepala salah seorang diantara kalian ditusuk dengan jarum besi lebih baik daripada menyentuh seorang wanita yang tidak halal baginya (HR Tabrani dan Baihaki). Kata ustadz AbdurRahman.
“Sedangkan ta’aruf adalah suatu proses pengenalan dalam rangka menggali  informasi tentang pasangannya, dengan memakai perantara, tanpa pacaran sebelum memasuki pernikahan. Rasulullah SAW menyuruh setiap orang yang ingin menikah agar melihat calon pasangannya.” Tambah ustadz AbdurRahman.
“Pak Ustadz, waktu melihat itu apakah hanya berdua saja?” tanya Mpok Ati.
“Oh tidak, tetapi ditemani perantaranya. Untuk wanita, batas yang boleh dilihat hanya wajah dan telapak tangannya. Wanita diperintahkan oleh Allah wajib memakai jilbab, busana muslim yang sesuai dengan syariat islam, seperti yang diperintahkan Allah dalam Al Quran surat Al Ahzab ayat 59 dan surat An Nur ayat 30 dan 31, serta dibeberapa hadits Nabi SAW.” Jawab ustadz AbdurRahman.
“Jika disuatu masyarakat pacaran dibolehkan, maka akan muncul pergaulan bebas dan akhirnya banyak terjadi perzinahan dan perselingkuhan. Sekarang banyak terjadi anaknya bebas berpacaran dan orangtuanya berselingkuh. Hal inilah diantara penyebab datangnya berbagai musibah dan murka Allah. Allah memberi aturan untuk menghadapi masalah ini. Ada dua konsep atau aturan itu, pertama, pencegahan: jangan mendekati zina. Mendekati zina saja tidak boleh apalagi melakukannya. Kedua, menghukum: bila terjadi ada hukumnya, yaitu hukum cambuk dalam surat An Nur ayat 2 dan hukum rajam, diantaranya dalam hadits Rasulullah SAW, dari Jabir bin Abdillah RA, katanya: “Ada seorang laki-laki berzina dengan seorang wanita, lalu Rasulullah SAW memerintahkan supaya terhadap laki-laki itu ditegakkan had dengan didera. Kemudian Rasulullah SAW dikabari bahwa orang itu muhshan: maka Rasulullah SAW memerintahkan supaya dia dirajam (HR Abu Daud). Kesimpulannya, yang benar itu adalah ta’aruf ketika orang ingin menikah.” Jelas ustadz AbdurRahman.
Mpok Ati dan sebagian jamaah yang lain mengangguk-angguk, semuanya serius mendengarkan uraian ustadz AbdurRahman.

         Setelah mendengarkan penjelasan ustadz AbdurRahman , Mpok Ati kini menjadi semakin paham kenapa Bang Soad begitu tegas melarang Marni pacaran. Dia melihat Bang Somad memang telah banyak berubah. Aktivitasnya dua tahun belakangan ini selain mencari nafkah, ia juga aktif dalam berbagai kegiatan pengajian dan dakwah yang dipimpin oleh ustadz AbdurRahman. Sepekan sekali ia mengaji dengan ustadz AbdurRahman. Kadang-kadang ia bersama teman pengajiannya bermalam di masjid, pergi ke puncak dan bermain sepak bola.

        Mpok Ati kini bersyukur kepada Allah, suaminya yang dulu jauh dari pemahaman dan pengamalan agama, kini menjadi orang yang begitu taat pada agama. Ibadahnya, sholat lima waktu, tahajud, dhuha, baca qur’an dan puasanya semakin rajin. Wajah Bang Somad kini terlihat bersih dan bercahaya. Dan akhirnya Mpok Ati semakin mengerti, selain hidayah Allah, boleh jadi sosok pribadi Bang Somad kini adalah hasil pendekatan dan pembinaan ustadz AbdurRahman selama ini.